Kamis, 04 Agustus 2022
PENGERTIAN PPKWU
Agustus 04, 2022
PKWU atau Prakaryadan Kewirausahaan merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada K13. Pendidikan kewirausahaan sekarang ini diarahkan untuk menciptakan entrepreneur yang kreatif dan inovatif, karena itu diperkenalkan pendidikan kewirausahaan secara formal di sekolah merupakan langkah yang baik untuk ...
Senin, 01 Agustus 2022
ASJ SISTEM KEAMANAN JARINGAN
Agustus 01, 2022
Definisi Sistem Keamanan Jaringan
Sistem keamanan jaringan adalah proses untuk mengidentifikasi dan mencegah pengguna yang tidak sah dari suatu jaringan komputer. Tujuannya tentu saja untuk mengantisipasi resiko ancaman berupa perusakan bagian fisik komputer maupun pencurian data seseorang.
Jenis Gangguan Keamanan Jaringan
Ada beberapa jenis gangguan keamanan jaringan yang perlu Anda ketahui. Berikut daftarnya:
•Hacking: perusakan pada infrastruktur jaringan komputer yang sudah ada.
•Carding: pencurian data terhadap identitas perbankan seseorang. Misalnya pencurian nomor kartu kredit yang dimanfaatkan untuk berbelanja online.
•Deface: perubahan terhadap bentuk atau tampilan website.
•Physing: pemalsuan data resmi.
Macam-macam Sistem Keamanan Jaringan
1.VPN (Virtual Private Network): jaringan komunikasi lokal yang dapat terhubung melalui media jaringan. Fungsi dari VPN secara tersendiri adalah untuk mendapatkan komunikasi yang aman melalui internet.
2.Autentikasi: proses pengenalan peralatan, sistem operasi, aplikasi, dan identitas pengguna yang terhubung dengan jaringan komputer. Contohnya adalah saat pengguna memasukkan username dan password untuk login ke jaringan.
3.DMZ (De-Militerized Zone): berfungsi untuk melindungi sistem internal dari serangan hacker.
4.Enkripsi: teknik pengkodean data yang dapat digunakan untuk menjaga data.
Tips Keamanan Jaringan
Untuk menjaga keamanan jaringan Anda, ikuti tips berikut ini:
1.Pasang AntiVirus yang sesuai dengan kebutuhan Anda yang fungsinya untuk mencegah berbagai macam virus komputer yang dapat merusak komputer dan menghilangkan data-data penting.
2.Update komputer Anda secara rutin. Software yang terinstal pada komputer perlu untuk diperbarui demi menjaga keamanan komputer Anda.
3.Jangan sembarangan membuka website yang tidak jelas, seperti situs-situs bajakan yang didalamnya terdapat virus pathogen yang dapat menyebar ke perangkat komputer.
4.Anda juga sebaiknya berhati-hati saat ingin mengunduh file dari internet, karena bisa jadi juga terdapat virus atau malware didalamnya.
Demikianlah informasi seputar sistem keamanan jaringan yang berguna untuk melindungi perangkat komputer Anda. Waspadalah saat menggunakan komputer dan mengakses internet karena kini banyak orang-orang yang melakukan kejahatan secara digital.
Sumber:https://kominfo.bengkulukota.go.id/sistem-keamanan-jaringan-untuk-proteksi-perangkat-komputer-anda/
ASJ KONTROL DAN MONITOR JARINGAN
Agustus 01, 2022
A. Memahami Sistem Kontrol dan Monitoring
Monitoring jaringan adalah salah satu fungsi dari management yang berguna untuk menganalisa apakah jaringan masih cukup layak untuk digunakan atau perlu tambahan kapasitas. Hasil monitoring juga dapat membantu jika admin ingin mendesain ulang jaringan yang telah ada. Banyak hal dalam jaringan yang bisa dimonitoring, salah satu diantaranya load traffic jaringan yang lewat pada sebuah router atau interface komputer. Monitoring dapat dilakukan dengan standar SNMP, selain load traffic jaringan, kondisi jaringan pun harus dimonitoring, misalnya status up atau down dari sebuah peralatan jaringan. Hal ini dapat dilakukan dengan utilitas ping.
Sebuah sistem monitoring melakukan proses pengumpulan data mengenai dirinya sendiri dan melakukan analisis terhadap data-data tersebut dengan tujuan untuk memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Data yang dikumpulkan pada umumnya merupakan data yang real-time, baik data yang diperoleh dari sistem yang hard real-time maupun sistem yang soft real-time.
Sistem yang real-time merupakan sebuah sistem dimana waktu yang diperlukan oleh sebuah komputer didalam memberikan stimulus ke lingkungan eksternal adalah suatu hal yang vital. Waktu didalam pengertian tersebut berarti bahwa sistem yang real-time menjalankan suatu pekerjaan yang memiliki batas waktu (deadline).
Di dalam batas waktu tersebut suatu pekerjaan mungkin dapat terselesaikan dengan benar atau dapat juga belum terselesaikan. Sistem yang real-time mengharuskan bahwa suatu pekerjaan harus terselesaikan dengan benar. Sesuatu yang buruk akan terjadi apabila komputer tidak mampu menghasilkan output tepat waktu. Hal ini seperti yang terjadi pada embedded system untuk kontrol suatu benda, seperti pesawat terbang, dan lain-lain.
Sistm yang soft real-time tidak mengharuskan bahwa suatu pekerjaan harus terselesaikan dengan benar. Seperti sistem multimedia dimana tidak akan memberikan pengaruh yang begitu besar terhadap output yang dihasilkan apabila untuk beberapa batasan waktu yang ditetapkan terjadi kehilangan data.
Secara garis besar tahapan dalam sebuah sistem monitoring terbagi ke dalam tiga proses besar, yaitu:
Proses pengumpulan data monitoring
Proses analisis data monitoring
Proses menampilkan data hasil monitoring.
Keseluruhan proses dapat dilihat pada gambar. Sumber data dapat berupa network traffic, informasi mengenai hardware, dan lain sebagainya. Proses dalam analisis data dapat berupa pemilihan data dari sejumlah data yang telah terkumpul atau bisa juga berupa manipulasi data sehingga diperoleh informasi yang diharapkan. Sedangkan tahap menampilkan data hasil monitoring menjadi informasi yang berguna di dalam pengambilan keputusan atau kebijakan terhadap sisetm yang sedang berjalan dapat berupa sebuah tabel, gambar, kurva, atau animasi.
Aksi yang terjadi diantara proses-proses yang ada di dalam sebuah sistem monitoring adalah berbentuk service, yaitu suatu proses yang terus-menerus berjalan pada interval waktu tertentu. Proses yang dijalankan dapat berupa pengumpulan data dari objek yang di-monitor atau melakukan analisis data yang telah diperoleh dan menampilkannya. Proses yang terjadi tersebut bisa saja memiliki interval waktu yang berbeda. Contoh interval waktu didalam pengumpulan data dapat terjadi tiap lima menit sekali. Namun pada proses analisis data terjadi tiap satu jam sekali untuk menghasilkan informasi yang diharapkan membutuhkan lebih dari satu sampel data, misal untuk nilai rataan data (average) dengan sebanyak 60 sampel data.
Sumber:https://www.hyd.smkn1klaten.sch.id/index.php/asj/15-sistem-kontrol-dan-monitoring/92-a-memahami-sistem-kontrol-dan-monitoring
ASJ Penggunaan layanan hosting
Agustus 01, 2022Hosting memiliki beberapa definisi, tapi secara sederhana hosting adalah layanan untuk menyimpan data, gambar, hingga file yang ada pada suatu website.
Istilah yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi di telingamu, kan? Apalagi buat kamu penggiat teknologi tentu hosting adalah salah satu hal yang sudah dipahami.
Namun, buat kamu yang baru pertama kali mendengar istilah hosting dan penasaran dengan hal yang satu ini, berikut Glints berikan penjelasannya.
DEFINISI HOSTING
Definisi hosting menurut Hostinger adalah layanan online yang memungkinkan penggunanya untuk mempublikasikan suatu situs web atau aplikasi web di internet.
Jadi saat kamu mendaftar untuk mencoba layanan hosting, maka pada dasarnya kamu tengah menyewa ruang server fisik yang berguna untuk menyimpan semua data.
Data tersebut sangatlah penting dan dibutuhkan agar website bisa berfungsi dengan baik.
Sementara itu, definisi hosting menurut Techopedia adalah layanan yang menyediakan sumber daya penyimpanan dan komputasi bagi individu atau organisasi untuk akomodasi dan pemeliharaan suatu website.
Dalam perkembangan internet peran hosting sangatlah penting. Tanpa hosting, maka kamu tidak akan dapat membangun suatu situs web yang baik.
Hosting sendiri cukup sering disamakan dengan domain. Padahal, kedua hal tersebut sangatlah berbeda meskipun sama-sama penting untuk website.
Hosting dan domain memang tidak bisa dipisahkan karena keduanya saling berkaitan. Namun, kamu perlu mengetahui perbedaan utama dari hosting dan domain.
Jika hosting adalah layanan yang memungkinkan penggunanya untuk menyimpan data yang berguna untuk website, hal itu berbeda dengan domain.
Pasalnya, domain adalah alamat website yang akan mempermudah kita untuk menemukannya di internet. Contohnya domain antara lain seperti .com, .id, .org, dan masih banyak lainnya.
WP Beginners menyederhanakannya dengan menyebut bahwa hosting ibaratnya adalah rumah sedangkan domain ialah alamat rumah.
CARA KERJA HOSTING
Trias Ismi
An experienced Content Writer with a demonstrated history of working in the digital media industry.
Isi Artikel
Definisi Hosting
Cara Kerja Hosting
Jenis Web Hosting
Hosting memiliki beberapa definisi, tapi secara sederhana hosting adalah layanan untuk menyimpan data, gambar, hingga file yang ada pada suatu website.
Istilah yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi di telingamu, kan? Apalagi buat kamu penggiat teknologi tentu hosting adalah salah satu hal yang sudah dipahami.
Namun, buat kamu yang baru pertama kali mendengar istilah hosting dan penasaran dengan hal yang satu ini, berikut Glints berikan penjelasannya.
Definisi Hosting
definisi hosting
© Pexels.com
Definisi hosting menurut Hostinger adalah layanan online yang memungkinkan penggunanya untuk mempublikasikan suatu situs web atau aplikasi web di internet.
Jadi saat kamu mendaftar untuk mencoba layanan hosting, maka pada dasarnya kamu tengah menyewa ruang server fisik yang berguna untuk menyimpan semua data.
Data tersebut sangatlah penting dan dibutuhkan agar website bisa berfungsi dengan baik.
Sementara itu, definisi hosting menurut Techopedia adalah layanan yang menyediakan sumber daya penyimpanan dan komputasi bagi individu atau organisasi untuk akomodasi dan pemeliharaan suatu website.
Dalam perkembangan internet peran hosting sangatlah penting. Tanpa hosting, maka kamu tidak akan dapat membangun suatu situs web yang baik.
Hosting sendiri cukup sering disamakan dengan domain. Padahal, kedua hal tersebut sangatlah berbeda meskipun sama-sama penting untuk website.
Hosting dan domain memang tidak bisa dipisahkan karena keduanya saling berkaitan. Namun, kamu perlu mengetahui perbedaan utama dari hosting dan domain.
Jika hosting adalah layanan yang memungkinkan penggunanya untuk menyimpan data yang berguna untuk website, hal itu berbeda dengan domain.
Pasalnya, domain adalah alamat website yang akan mempermudah kita untuk menemukannya di internet. Contohnya domain antara lain seperti .com, .id, .org, dan masih banyak lainnya.
WP Beginners menyederhanakannya dengan menyebut bahwa hosting ibaratnya adalah rumah sedangkan domain ialah alamat rumah.
Baca Juga: Ini Dia 5 Penyedia Domain Gratis Terbaik yang Bisa Kamu Coba
Cara Kerja Hosting
hosting adalah
© Pexels.com
Setelah mengetahui definisi dari hosting dan perbedaannya dengan domain, kini cari tahu dulu seperti apa cara kerja dari hal yang satu ini.
Saat akan membuat sebuah website, mungkin kamu hanya kepikiran mencari nama domain yang menarik. Namun, sebenarnya ada hal lain yang perlu dilakukan yaitu mencari layanan hosting.
Sebuah perusahaan layanan hosting akan menyediakan ruang server untuk menyimpan semua aset dan data untuk website.
Jadi saat ada seseorang yang menuliskan nama domain website di browser, maka host akan mengirimkan semua file yang diperlukan agar pengguna dapat mengakses website tersebut.
Penggunaan hosting ini kurang lebih sama seperti saat kamu menyewa sebuah rumah.
Pastinya kamu diwajibkan untuk membayar biaya sewa setiap bulan atau tahun agar rumah tetap bisa ditempati dengan nyaman.
Begitu juga dengan menyewa layanan hosting. Saat kamu teratur membayarkan uang sewa maka server akan selalu mudah diakses sehingga website bisa berfungsi dengan baik dan tidak akan mengalami gangguan.
JENIS WEB HOSTING
Trias Ismi
An experienced Content Writer with a demonstrated history of working in the digital media industry.
Isi Artikel
Definisi Hosting
Cara Kerja Hosting
Jenis Web Hosting
Hosting memiliki beberapa definisi, tapi secara sederhana hosting adalah layanan untuk menyimpan data, gambar, hingga file yang ada pada suatu website.
Istilah yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi di telingamu, kan? Apalagi buat kamu penggiat teknologi tentu hosting adalah salah satu hal yang sudah dipahami.
Namun, buat kamu yang baru pertama kali mendengar istilah hosting dan penasaran dengan hal yang satu ini, berikut Glints berikan penjelasannya.
Definisi Hosting
definisi hosting
© Pexels.com
Definisi hosting menurut Hostinger adalah layanan online yang memungkinkan penggunanya untuk mempublikasikan suatu situs web atau aplikasi web di internet.
Jadi saat kamu mendaftar untuk mencoba layanan hosting, maka pada dasarnya kamu tengah menyewa ruang server fisik yang berguna untuk menyimpan semua data.
Data tersebut sangatlah penting dan dibutuhkan agar website bisa berfungsi dengan baik.
Sementara itu, definisi hosting menurut Techopedia adalah layanan yang menyediakan sumber daya penyimpanan dan komputasi bagi individu atau organisasi untuk akomodasi dan pemeliharaan suatu website.
Dalam perkembangan internet peran hosting sangatlah penting. Tanpa hosting, maka kamu tidak akan dapat membangun suatu situs web yang baik.
Hosting sendiri cukup sering disamakan dengan domain. Padahal, kedua hal tersebut sangatlah berbeda meskipun sama-sama penting untuk website.
Hosting dan domain memang tidak bisa dipisahkan karena keduanya saling berkaitan. Namun, kamu perlu mengetahui perbedaan utama dari hosting dan domain.
Jika hosting adalah layanan yang memungkinkan penggunanya untuk menyimpan data yang berguna untuk website, hal itu berbeda dengan domain.
Pasalnya, domain adalah alamat website yang akan mempermudah kita untuk menemukannya di internet. Contohnya domain antara lain seperti .com, .id, .org, dan masih banyak lainnya.
WP Beginners menyederhanakannya dengan menyebut bahwa hosting ibaratnya adalah rumah sedangkan domain ialah alamat rumah.
Baca Juga: Ini Dia 5 Penyedia Domain Gratis Terbaik yang Bisa Kamu Coba
Cara Kerja Hosting
hosting adalah
© Pexels.com
Setelah mengetahui definisi dari hosting dan perbedaannya dengan domain, kini cari tahu dulu seperti apa cara kerja dari hal yang satu ini.
Saat akan membuat sebuah website, mungkin kamu hanya kepikiran mencari nama domain yang menarik. Namun, sebenarnya ada hal lain yang perlu dilakukan yaitu mencari layanan hosting.
Sebuah perusahaan layanan hosting akan menyediakan ruang server untuk menyimpan semua aset dan data untuk website.
Jadi saat ada seseorang yang menuliskan nama domain website di browser, maka host akan mengirimkan semua file yang diperlukan agar pengguna dapat mengakses website tersebut.
Penggunaan hosting ini kurang lebih sama seperti saat kamu menyewa sebuah rumah.
Pastinya kamu diwajibkan untuk membayar biaya sewa setiap bulan atau tahun agar rumah tetap bisa ditempati dengan nyaman.
Begitu juga dengan menyewa layanan hosting. Saat kamu teratur membayarkan uang sewa maka server akan selalu mudah diakses sehingga website bisa berfungsi dengan baik dan tidak akan mengalami gangguan.
Baca Juga: Gunakan 5 Website Ini untuk Menyusun Portofolio yang Menarik
Jenis Web Hosting
© Pexels.com
Saat kamu berencana untuk membangun sebuah website, tentunya harus paham dahulu mengenai definisi dan cara kerja hosting.
Selain itu, kamu juga harus tahu tentang jenis-jenis hosting yang biasanya disediakan oleh para penyedia layanan web hosting.
Jadi, kamu tidak akan salah pilih dan bisa menentukan apa jenis layanan hosting yang sesuai dengan kebutuhan.
Dilansir dari The Balance SMB, berikut ini jenis-jenis hosting yang perlu kamu ketahui.
1. Share hosting
Jenis hosting yang satu ini sangatlah populer dan paling sering digunakan. Bagi pengguna pemula, sangat disarankan untuk menggunakan jenis hosting yang satu ini.
Share hosting memang cukup bagus digunakan untuk sebuah website yang masih baru dan tidak memiliki terlalu banyak traffic. Harganya pun cukup murah sehingga tidak akan berat di kantong.
Namun, shared hosting mengharuskan kamu berbagi server dengan orang lain. Jadi saat traffic dari website pengguna lain tersebut tinggi, maka bisa berpengaruh pada kinerja website-mu.
2. Cloud based hosting
Cloud based hosting mengacu pada teknologi hosting yang cukup baru. Salah satu terobosannya adalah memungkinkan ratusan server bekerja bersama hingga terlihat seperti satu server raksasa.
Jenis hosting yang satu ini menjadi incaran banyak orang karena tidak akan mengalami downtime. Bahkan, saat server sedang bermasalah maka tidak akan berpengaruh pada website kamu
Trias Ismi
An experienced Content Writer with a demonstrated history of working in the digital media industry.
Isi Artikel
Definisi Hosting
Cara Kerja Hosting
Jenis Web Hosting
Hosting memiliki beberapa definisi, tapi secara sederhana hosting adalah layanan untuk menyimpan data, gambar, hingga file yang ada pada suatu website.
Istilah yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi di telingamu, kan? Apalagi buat kamu penggiat teknologi tentu hosting adalah salah satu hal yang sudah dipahami.
Namun, buat kamu yang baru pertama kali mendengar istilah hosting dan penasaran dengan hal yang satu ini, berikut Glints berikan penjelasannya.
Definisi Hosting
definisi hosting
© Pexels.com
Definisi hosting menurut Hostinger adalah layanan online yang memungkinkan penggunanya untuk mempublikasikan suatu situs web atau aplikasi web di internet.
Jadi saat kamu mendaftar untuk mencoba layanan hosting, maka pada dasarnya kamu tengah menyewa ruang server fisik yang berguna untuk menyimpan semua data.
Data tersebut sangatlah penting dan dibutuhkan agar website bisa berfungsi dengan baik.
Sementara itu, definisi hosting menurut Techopedia adalah layanan yang menyediakan sumber daya penyimpanan dan komputasi bagi individu atau organisasi untuk akomodasi dan pemeliharaan suatu website.
Dalam perkembangan internet peran hosting sangatlah penting. Tanpa hosting, maka kamu tidak akan dapat membangun suatu situs web yang baik.
Hosting sendiri cukup sering disamakan dengan domain. Padahal, kedua hal tersebut sangatlah berbeda meskipun sama-sama penting untuk website.
Hosting dan domain memang tidak bisa dipisahkan karena keduanya saling berkaitan. Namun, kamu perlu mengetahui perbedaan utama dari hosting dan domain.
Jika hosting adalah layanan yang memungkinkan penggunanya untuk menyimpan data yang berguna untuk website, hal itu berbeda dengan domain.
Pasalnya, domain adalah alamat website yang akan mempermudah kita untuk menemukannya di internet. Contohnya domain antara lain seperti .com, .id, .org, dan masih banyak lainnya.
WP Beginners menyederhanakannya dengan menyebut bahwa hosting ibaratnya adalah rumah sedangkan domain ialah alamat rumah.
Baca Juga: Ini Dia 5 Penyedia Domain Gratis Terbaik yang Bisa Kamu Coba
Cara Kerja Hosting
hosting adalah
© Pexels.com
Setelah mengetahui definisi dari hosting dan perbedaannya dengan domain, kini cari tahu dulu seperti apa cara kerja dari hal yang satu ini.
Saat akan membuat sebuah website, mungkin kamu hanya kepikiran mencari nama domain yang menarik. Namun, sebenarnya ada hal lain yang perlu dilakukan yaitu mencari layanan hosting.
Sebuah perusahaan layanan hosting akan menyediakan ruang server untuk menyimpan semua aset dan data untuk website.
Jadi saat ada seseorang yang menuliskan nama domain website di browser, maka host akan mengirimkan semua file yang diperlukan agar pengguna dapat mengakses website tersebut.
Penggunaan hosting ini kurang lebih sama seperti saat kamu menyewa sebuah rumah.
Pastinya kamu diwajibkan untuk membayar biaya sewa setiap bulan atau tahun agar rumah tetap bisa ditempati dengan nyaman.
Begitu juga dengan menyewa layanan hosting. Saat kamu teratur membayarkan uang sewa maka server akan selalu mudah diakses sehingga website bisa berfungsi dengan baik dan tidak akan mengalami gangguan.
Baca Juga: Gunakan 5 Website Ini untuk Menyusun Portofolio yang Menarik
Jenis Web Hosting
© Pexels.com
Saat kamu berencana untuk membangun sebuah website, tentunya harus paham dahulu mengenai definisi dan cara kerja hosting.
Selain itu, kamu juga harus tahu tentang jenis-jenis hosting yang biasanya disediakan oleh para penyedia layanan web hosting.
Jadi, kamu tidak akan salah pilih dan bisa menentukan apa jenis layanan hosting yang sesuai dengan kebutuhan.
Dilansir dari The Balance SMB, berikut ini jenis-jenis hosting yang perlu kamu ketahui.
1. Share hosting
Jenis hosting yang satu ini sangatlah populer dan paling sering digunakan. Bagi pengguna pemula, sangat disarankan untuk menggunakan jenis hosting yang satu ini.
Shared hosting memang cukup bagus digunakan untuk sebuah website yang masih baru dan tidak memiliki terlalu banyak traffic. Harganya pun cukup murah sehingga tidak akan berat di kantong.
Namun, shared hosting mengharuskan kamu berbagi server dengan orang lain. Jadi saat traffic dari website pengguna lain tersebut tinggi, maka bisa berpengaruh pada kinerja website-mu.
2. Cloud based hosting
Cloud based hosting mengacu pada teknologi hosting yang cukup baru. Salah satu terobosannya adalah memungkinkan ratusan server bekerja bersama hingga terlihat seperti satu server raksasa.
Jenis hosting yang satu ini menjadi incaran banyak orang karena tidak akan mengalami downtime. Bahkan, saat server sedang bermasalah maka tidak akan berpengaruh pada website kamu.
3. VPS hosting
VPS atau Virtual Private Server adalah jenis hosting selanjutnya yang perlu kamu ketahui. Hosting ini adalah primadona dari banyak pengguna karena memiliki banyak kelebihan yang menarik.
Salah satu kelebihannya adalah pengguna mendapatkan space server yang dedicated.
Jadi, saat ada peningkatan traffic yang tinggi di website lain yang masih satu server maka tidak akan berdampak pada website kamu.
4. WordPress hosting
WordPress hosting adalah jenis lain dari shared hosting dan difungsikan khusus untuk para pengguna website dari WordPress.
Jenis hosting yang satu ini akan memberikan pengguna layanan seperti memperbarui instalasi WordPress untuk membantu melindungi website dari ancaman keamanan peretas.
Jenis hosting ini juga cocok digunakan oleh para pemula karena harganya yang juga cukup bersahabat. Selain itu, penggunaan WordPress juga mudah sehingga menjadi pilihan yang bagus untuk para pemula.
Nah, untuk tahu mana jenis hosting yang cocok buatmu, ini dia cara menentukannya.
A. SHARE HOSTING
Share hosting adalah layanan hosting web di mana banyak situs berada di satu server web yang terhubung ke Internet. Ini umumnya merupakan opsi hosting yang paling ekonomis, karena keseluruhan biaya pemeliharaan server tersebar di banyak pelanggan.
B. Virtual private server (VPS)
VPS adalah singkatan dari Virtual Private Server, yaitu salah satu layanan web hosting yang menggunakan teknologi virtualisasi dan menyediakan resourse khusus (pribadi) di server meskipun digunakan oleh lebih dari satu user.
C. DEDICATED HOSTING SERVER
dedicated hosting merupakan layanan hosting di mana sebuah cloud server hanya digunakan oleh satu account hosting dan tidak dibagikan dengan siapapun (dedicated).
D. VIRTUAL PRIVATE NETWORK (VPN)
Virtual Private Network atau biasa disebut VPN adalah Sebuah cara aman untuk mengakses local area network yang berada pada jangkauan tertentu, dengan menggunakan internet atau jaringan umum lainnya untuk melakukan transmisi data paket secara pribadi.
Sumber:https://glints.com/id/lowongan/hosting-adalah/#.YuixK-yyQzQ
ASJ Control panel hosting
Agustus 01, 2022
Apa itu Control Panel?
Control panel adalah alat yang digunakan untuk mengelola semua fitur hosting. Mulai dari domain, file, email, hingga database. Semua itu ditampilkan pada satu halaman yang umumnya disebut halaman control panel.
Fungsi Control Panel di Hosting
Ada banyak konfigurasi yang bisa Anda lakukan dengan control panel hosting. Agar lebih mudah dipahami, berikut penjelasan lengkap fungsi control panel hosting:
1. Mengelola Domain dan Subdomain
Control panel dapat digunakan untuk mengelola domain dan subdomain. Doman maupun subdomain adalah alamat website, seperti: niagahoster.co.id atau course.niagahoster.co.id.
Domain harus dikelola terlebih dahulu agar dapat mengarah pada website. Pengelolaan domain dapat dengan mudah dilakukan pada hosting, karena hosting memberikan banyak pilihan pengaturan, seperti:
•Menambahkan domain: Agar dapat digunakan maka domain harus ditambahkan terlebih dahulu ke hosting. Proses ini juga dapat disebut dengan addon domain.
•Membuat subdomain: subdomain adalah bagian dari domain. Fungsinya sama dengan domain pada umumnya. Biasanya, subdomain digunakan untuk menambahkan website khusus.
•Mengelola DNS: Domain Name System (DNS) adalah sistem yang mempermudah Anda untuk mengakses sebuah website. Sistem ini membuat Anda dapat mengakses website hanya dengan mengetikan nama domain pada browser seperti google chrome atau mozilla firefox.
•Mengatur domain redirect: Domain redirect adalah proses untuk mengarahkan domain ke website lain. Contonya, Anda dapat mengarahkan namadomain.com ke google.com.
•Menghapus domain: Jika Anda tidak ingin menggunakan sebuah domain maka Anda dapat menghapus domain tersebut dari hosting melalui control panel.
2. Menginstall Aplikasi
Aplikasi adalah suatu program yang bisa diinstal pada hosting dengan menggunakan control panel. Dengan menginstal aplikasi, Anda akan lebih mudah dan cepat dalam mengelola website.
Salah satu contoh jenis aplikasi yang dapat diinstal adalah Content Management System (CMS). Dengan CMS, Anda dapat membuat website tanpa melakukan coding. Anda hanya perlu instal saja CMS seperti contohnya WordPress dan setelah itu website dapat digunakan.
Selain WordPress, ada aplikasi lain yang dapat Anda instal seperti Laravel dan CodeIgniter. Kedua aplikasi tersebut merupakan sebuah framework khusus bahasa pemrograman PHP yang umumnya digunakan oleh pengguna tingkat lanjut.
3. Pengelolaan File
Di dalam hosting dan cloud hosting terdapat banyak file yang harus dikelola. Sebagai contoh, jika Anda memiliki website maka paling tidak ada tiga file pada hosting, yaitu index.html, style.css, dan script.js. Dapat dibayangkan bukan jika terdapat banyak website pada hosting? Maka akan banyak juga file yang ada.
Nah, dengan menggunakan control panel Anda bisa langsung melakukan pengelolaan file pada hosting. Berbeda dengan hosting tanpa control panel di mana Anda harus mendownload file, mengubahnya di komputer, lalu menguploadnya kembali pada hosting. Cukup merepotkan, ya?
Selain itu, control panel juga memiliki fungsi File Transfer Protocol (FTP) yang memungkinkan Anda untuk mentransfer file dari komputer ke hosting maupun sebaliknya
4. Membuat dan Mengelola Email
Anda dapat menggunakan hosting untuk membuat dan mengelola email sendiri. Bukan seperti kebanyakan email @gmail.com atau @yahoo.com, melainkan email dari nama domain Anda. Contohnya admin@namadomain.com. Berbeda dengan email kebanyakan, dengan email sendiri Anda bebas menentukan limit memori akun tersebut.
Selain itu, Anda juga dapat melakukan pengecekan status pengiriman dan penerimaan email. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui email mana yang sudah terkirim maupun email yang mengalami kendala.
Tidak hanya itu, hosting juga memungkinkan Anda untuk membuat beberapa filter, seperti: spam filter, whitelist atau daftar akun email yang dipercaya, dan blacklist yang merupakan daftar akun email yang diblokir.
Yang tidak kalah penting, Anda juga dapat mengelola banyak akun email sekaligus. Hal ini sangat bermanfaat bagi semua pengguna, khususnya bagi perusahaan yang memiliki aktivitas email dalam jumlah besar.
5. Pengelolaan Database
Control panel juga menyediakan database untuk mengontrol data secara terpusat dan menyimpan data dengan lebih aman. Pada intinya, data yang dimaksud adalah Informasi berupa username, password, post, page, comment, dan lain-lain.
Control panel memiliki peranan penting agar berbagai informasi tersebut dapat dengan mudah diakses maupun dikelola. Khususnya pada website yang memiliki berbagai jenis data seperti toko online yang mana terdapat berbagai macam produk dan keterangannya.
Dengan menggunakan control panel, Anda dapat membuat atau mengupload database, menambahkan akun pengguna, dan mengatur hak akses para pengguna.
1. Mudah Digunakan
Control panel memiliki tampilan yang intuitif dan jelas. Masing-masing ikon melambangkan fitur hosting yang tersedia. Misalnya, berbagai hal yang berhubungan dengan pengelolaan file akan masuk ke kategori Files. Begitu juga dengan data yang masuk ke bagian Databases.
Selain pengelompokan fitur berdasarkan kategori, ada juga kotak pencarian di bagian pojok kanan atas panel. Kotak pencarian ini dapat Anda gunakan untuk mencari fitur hosting yang diinginkan secara lebih cepat.
Selain pengelompokan fitur berdasarkan kategori, ada juga kotak pencarian di bagian pojok kanan atas panel. Kotak pencarian ini dapat Anda gunakan untuk mencari fitur hosting yang diinginkan secara lebih cepat.
Dengan demikian, tidak butuh waktu lama bagi Anda untuk terbiasa menggunakan control panel dengan baik.
2. Mengelola Semua Fitur Hosting Secara Terpusat
Dengan control panel hosting, semua fitur hosting seperti pengelolaan domain, email, file, database, dan lain-lain dapat ditemukan pada satu halaman. Tentu saja ini memudahkan Anda ketika ingin mengelola hal-hal teknis seputar website. Selain itu, ada juga fitur informasi seperti indikator resource, IP Hosting, dan info penting lainnya.
Control panel satu ini memiliki fitur umum, seperti: pengelolaan domain, email, database, files, keamanan. Selain itu, terdapat web builder serta ecommerce toolkit. Fitur-fitur ini akan memudahkan Anda membuat website, khususnya website ecommerce.
Kelebihan:
Tersedia untuk OS Linux dan Windows
Tampilan ramah pemula sehingga mudah digunakan
Terdapat tim support dengan respons yang relatif cepat
Terdapat dokumentasi yang lengkap dan komunitas yang relatif besar
Kekurangan:
Biaya yang cukup mahal untuk lisensi
Butuhkan resource yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan control panel lain
3. Webuzo
Webuzo adalah control panel khusus OS Linux yang multi user, tangguh, dan mudah digunakan. Tak heran kalau control panel satu ini banyak digunakan oleh user di seluruh dunia.
Webuzo disebut control panel multi user karena memiliki 3 access level, yaitu admin, reseller, dan user. Dengan adanya access level ini Anda dapat mengelola hosting sesuai tujuan penggunaanya.
Sebagai contoh, level admin dapat membuat akun reseller dan menentukan fitur apa saja yang termasuk pada paket hosting. Lalu, level reseller dapat menambahkan ataupun menghapus akun user.Sedangkan, level user hanya dapat menggunakan paket hosting yang sudah dibuat.
Salah satu fitur menarik yang didapatkan semua access level adalah Directory Password Protection. Fitur ini dapat membantu Anda untuk mengamankan direktori dengan password.
Kelebihan:
Tersedia untuk berbagai versi distro Linux.
Mudah digunakan dengan tampilan antarmuka yang sederhana
Lebih cepat mengakses control panel karena tidak menggunakan banyak resource
Kekurangan:
Tim support membutuhkan waktu lebih lama untuk menjawab pertanyaan pengguna
Belum tersedia untuk OS Windows
Dokumentasi kurang lengkap
Dalam hal kecepatan, Cyberpanel dilengkapi fitur seperti module LSCache, CDN QUIC, serta LiteSpeed Cache Plugin. Sedangkan, dalam hal keamanan control panel hosting ini punya fitur seperti Modsecurity, One-click SSL, dan Automatic SSL.
Kelebihan:
•Tersedia versi gratis
•Performa yang baik
•Fitur yang lengkap
•Akses control panel dan server lebih cepat •dengan teknologi OpenLiteSpeed
Kekurangan:
•Tampilan kurang ramah pemula bila dibandingkan dengan cPanel maupun Plesk
•Bantuan terbatas pada forum dan aplikasi pesan bernama Slack
5. VestaCP
Vesta Control Panel atau VestaCP adalah control panel yang tersedia untuk varian OS Linux seperti Debian, Ubuntu, dan CentOS. Control panel satu ini sangat populer dan sudah diinstal sebanyak 25 ribu kali dalam sebulan, lho!
Tidak heran, sebab VestaCP itu ringan, cepat, dan tampilannya sederhana. Sehingga cocok bagi user yang mencari control panel dengan kesan simpel.
Dari sisi fitur, VestaCP mirip dengan control panel pada umumnya karena memiliki fitur utama, seperti: keamanan, pengelolaan DNS domain, pengelolaan file dan FTP, serta sistem manajemen database.
Belum berhenti sampai disitu, VestaCP juga dilengkapi dengan Softaculous yang memungkinkan pengguna untuk mendownload 425+ aplikasi. Di antaranya, ada WordPress, Joomla, PrestaShop, dan phpBB.
Kelebihan:
•Gratis
•Resource yang dibutuhkan sedikit
Kekurangan:
•Belum tersedia untuk OS Windows
•Kurang ramah pemula karena membutuhkan kemampuan tingkat lanjut
•Fitur tambahan berbayar
•Bantuan dari tim VestaCP berbayar
6. DirectAdmin
DirectAdmin merupakan control panel khusus OS Linux yang digunakan oleh user lebih dari 100 negara. Semenjak muncul di tahun 2003, sudah lebih dari 1400 fitur dikembangkan. Sehingga, control panel ini tidak kalah saing dengan yang lain dalam hal teknologi.
Control panel satu ini memiliki tiga access level pengguna yaitu: Admin, Reseller, dan User. Masing-masing access level akan mendapatkan fitur yang berbeda.
Sebagai contoh, seorang admin dapat membuat paket yang dapat digunakan reseller. Sedangkan, seorang reseller hosting mendapatkan fitur daftar hosting semua usernya. Di lain sisi, user mendapatkan fitur untuk mengembangkan website, seperti: pengelolaan DNS, email, file, database, serta backup.
DirectAdmin juga dikenal sebagai control panel yang ramah pemula karena tata letak dari ikon-ikon yang rapi dan mudah dipahami. Dengan begitu, pengguna akan cepat beradaptasi dengan tampilannya.
Kelebihan:
•Mudah digunakan
•Tampilan yang ramah untuk pemula
•Memiliki lebih banyak fitur dibanding cPanel
Kekurangan:
•Belum tersedia untuk OS Windows
•Tim support kurang responsif
•Dokumentasi dan bantuan dari forum cukup terbatas
Karena berbagai pilihan versi dan OS-nya, Webmin menjadi populer. Terutama di kalangan pengguna tingkat lanjut yang membutuhkan konfigurasi lanjutan untuk hosting. Contohnya mengatur resource server agar kapasitas resource bisa memenuhi kebutuhan.
Kelebihan:
•Tersedia versi gratis
•Kompatibel untuk berbagai OS, seperti: Windows, Linux, Unix, dan Solaris
•Dapat digunakan untuk pengelolaan akun, hosting, hingga server
Kekurangan:
•Ditujukan untuk pengguna tingkat lanjut
•Bantuan tim webmin tersedia untuk pengguna berbayar
Secara umum, ISPmanager menawarkan berbagai fitur seperti control panel hosting kebanyakan. Mulai dari konfigurasi web server, manajemen domain, pengelolaan file, backup, install CMS, dan keamanan hosting.
Namun, jika Anda menginginkan fitur yang lebih sesuai kebutuhan, Anda bisa juga cek beberapa versi ISPmanager yang ditawarkan. Yaitu:
1.Lite merupakan versi yang ditujukan untuk pengembang web individu yang mengerjakan satu projek
2.Pro ditujukan untuk tim yang mengerjakan beberapa projek
3.Host ditujukan untuk web studio dengan traffic tinggi
4.Business ditujukan untuk korporasi yang memiliki banyak projek dalam satu waktu
Kelebihan:
•Mudah diinstal dan digunakan
•Memiliki tampilan yang sederhana
•Tidak menggunakan banyak resource
•Tersedia bantuan dari tim support
Kekurangan:
•Biaya untuk lisensi cukup mahal
•Belum tersedia untuk OS Windows
Sumber:https://www.niagahoster.co.id/blog/control-panel-hosting/
AIJ Proky server
Agustus 01, 2022
Apa itu Proxy Server?
Proxy server adalah perangkat komputer atau software yang bekerja sebagai proxy, yaitu menjadi perantara bagi Anda dan server tujuan.
Jadi, ketika mengakses internet, Anda tidak langsung terhubung ke website tujuan karena akan melalui server terlebih dahulu. Misalnya, ketika mengakses sebuah website.
Fungsi Proxy Server
Secara umum, ada empat fungsi proxy server, yaitu:
1. Masking
Proxy server memiliki fungsi menutupi atau menyembunyikan identitas Anda, terutama alamat IP. Ketika pertukaran data melewati gateway, alamat IP Anda akan diganti. Dengan begitu, website yang Anda tuju tidak bisa mengetahui alamat IP asli Anda.
2. Connection sharing
Server proxy berfungsi sebagai sebuah hub atau terminal. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan menggunakan proxy, maka semua orang di perusahaan tersebut dapat mengakses internet melalui satu jalur atau satu gateway.
Dengan kondisi tersebut, antar komputer dapat saling berbagi akses data melalui server yang sama.
3. Filtering
Fungsi proxy server lainnya adalah filtering, atau sebagai pemilah informasi. Semua transfer informasi menggunakan internet akan disaring terlebih dahulu sehingga bisa meminimalisir serangan virus atau malware.
4. Caching
Proxy server juga berfungsi untuk caching. Artinya, data sementara dari aktivitas internet akan disimpan di server. Jadi ketika Anda ingin mengakses data itu lagi, proxy server akan memberikan data yang sudah disimpan sebelumnya.
Semua data yang pernah Anda akses akan disimpan oleh server dalam bentuk cache, seperti yang digambarkan pada gambar di bawah ini:
Berkat keempat fungsi proxy server, Anda dapat memperoleh banyak manfaat ketika melakukan aktivitas di dalam jaringan. Apa saja manfaatnya?
Manfaat Proxy Server
Berikut adalah enam manfaat proxy server yang mampu mendukung aktivitas berinternet Anda:
1. Meningkatkan Keamanan Jaringan
Berkat fungsi filtering, data yang masuk dan keluar akan disaring. Dengan begitu, Anda akan lebih terlindungi dari berbagai virus dan malware.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan jenis proxy tertentu agar semua pertukaran data terenkripsi. Dengan begitu, bisa mencegah orang asing memantau aktivitas internet Anda.
Biasanya banyak perusahaan yang menggunakan proxy bersamaan dengan VPN guna meningkatkan keamanan.
2. Menjaga Privasi Pengguna
Server proxy bisa membantu privasi Anda saat berselancar di internet.
Alasannya, fungsi masking membuat alamat IP Anda saat browsing dapat disembunyikan dan diganti dengan IP dari proxy tersebut. Artinya, website yang Anda tuju tidak bisa mengetahui informasi pribadi Anda.
Dengan begitu, Anda dapat melakukan browsing dengan lebih leluasa, tanpa perlu khawatir data pribadi Anda diketahui.
3. Mempercepat Akses Konten
Karena fungsi caching, semua data yang pernah Anda akses akan disimpan sementara. Jadi, ketika Anda melakukan request data yang sama dari server, proxy akan melayani permintaan tersebut menggunakan data yang tersimpan dalam cache.
Dengan begitu, akses informasi bisa lebih cepat karena tidak semua permintaan harus ditujukan ke server tujuan sebenarnya.
4. Menghemat Penggunaan Bandwidth
Fungsi caching pada proxy server tak hanya mendukung kecepatan Anda, tapi juga menghemat bandwidth. Mengapa begitu?
Ketika ada sepuluh permintaan sama ke server tujuan, maka dibutuhkan bandwidth untuk melayani sepuluh permintaan tersebut.
Namun, dengan adanya server proxy, permintaan tersebut akan dilayani dari cache terlebih dahulu. Jadi, tidak membutuhkan bandwidth layaknya sebuah permintaan baru ke server.
5. Membuka Akses yang Diblokir
Proxy server mampu membuka akses terhadap konten yang diblokir oleh negara, provider internet tertentu. Umumnya, pemblokiran dilakukan berdasarkan alamat IP dari pihak yang mengakses.
Nah, karena proxy mampu menyembunyikan IP pengguna, maka otomatis permintaan ke server yang diblokir akan diizinkan. Alasannya, tidak termasuk dalam daftar blokir.
Sebagai contoh, di kantor Anda terdapat kebijakan untuk memblokir konten sosial media atau forum online. Padahal, Anda adalah seorang staf marketing yang butuh memantau berbagai website tersebut.
Dengan begitu, Anda bisa mengakses website yang diblokir sesuai kebutuhan pekerjaan Anda, meskipun pengguna lain di kantor Anda terblokir.
6. Mengontrol Penggunaan Internet untuk Pengguna Lain
Selain membuka blokir, proxy server juga bisa menutup akses terhadap konten tertentu yang tidak diizinkan.
Contohnya, Anda bisa memblokir semua akses ke platform media sosial kalau dianggap mengganggu produktivitas perusahaan. Bisa juga untuk menghindari akses ke website yang berbahaya dan justru bisa menyebabkan masuknya malware.
Semua manfaat di atas bisa Anda dapatkan dari berbagai jenis proxy yang ada. Apa saja?
Jenis-jenis Proxy Server
Berikut adalah jenis-jenis proxy server yang cukup umum digunakan:
1. Forward Proxy
Forward proxy adalah jenis proxy yang paling umum digunakan. Jenis proxy ini sebagai perantara antara sekelompok pengguna dengan internet melalui satu jalur koneksi.
Forward proxy mampu menyembunyikan IP pengguna dari website yang dituju, sehingga data pribadi Anda tetap terjaga.
2. Web Proxy
Web proxy merupakan forward proxy yang menjadi bagian dari sebuah browser. Anda cukup melakukan setting untuk menggunakan jenis proxy ini.
Sayangnya, web proxy terkadang bermasalah dengan skrip Java maupun Flash. Jadi, pertimbangkan penggunaan proxy ini kalau Anda sering mengakses website yang banyak menggunakan Flash.
3. Reverse Proxy
Sesuai namanya, reverse proxy adalah kebalikan dari forward proxy. Kalau forward proxy lebih dekat dengan klien/pengguna, reverse proxy banyak dimanfaatkan oleh server, seperti server website.
Dengan adanya reverse proxy, tidak semua permintaan dari pengguna akan masuk ke server tujuan secara langsung, tapi akan ditangani oleh reverse proxy dulu.
Reverse proxy berguna untuk menjaga keamanan server agar tidak mendapatkan serangan dari luar.
Tak hanya itu, kalau sebuah website memiliki lebih dari satu server untuk melayani permintaan data, reverse proxy bertugas menyeimbangkan beban traffic dengan membagi request secara merata.
4. Transparent Proxy
Transparent proxy adalah jenis proxy yang juga dikenal dengan sebutan inline proxy. Jenis proxy ini menjadi perantara dari sebuah pertukaran data tanpa memodifikasi request yang dikirim maupun diterima server.
Pada praktiknya, jenis proxy ini sering dipasang pada sebuah jaringan tanpa diketahui pengguna. Tak heran, transparent proxy juga disebut forced proxy, karena sifat penggunaannya yang “memaksa”.
Hal ini dapat terjadi karena tidak ada perubahan pengaturan proxy komputer klien.
Umumnya, transparent proxy memberikan Anda sebuah konten yang sudah ada di cache atau mengalihkan Anda ke halaman lain jika tidak sesuai ketentuan. Pada banyak kasus, transparent proxy biasanya sering digunakan oleh operator jaringan.
Contoh yang paling sering Anda temui adalah ketika mencoba mengakses website yang berbahaya, Anda akan diarahkan ke halaman berita tertentu atau halaman peringatan internet sehat.
5. SSL Proxy
SSL Proxy juga disebut HTTPS Proxy. Server proxy ini adalah jenis transparent proxy yang menyediakan dukungan SSL (Secure Socket Layer) terhadap koneksi yang terjalin antara pengguna dan web server.
Proxy jenis ini tidak terdeteksi oleh website yang dituju maupun oleh penggunanya sendiri. Karena didukung SSL, proxy jenis ini menjamin keamanan data berkat adanya enkripsi pada pertukaran datanya.
6. Anonymous Proxy
Anonymous proxy adalah jenis proxy yang mampu menyembunyikan identitas atau alamat IP pengguna dari website yang dituju.
Berbeda dengan transparent proxy, anonymous proxy melakukan modifikasi terhadap data yang Anda kirim dan terima. Misalnya, IP pengguna akan diganti dengan IP baru oleh anonymous proxy.
Meskipun demikian, penggunaan proxy ini tetap akan memberitahu server website yang Anda tuju bahwa Anda sedang menggunakan proxy.
Proxy server jenis ini biasanya digunakan untuk menghindari targeted ads, mengakses konten yang dilarang, serta melindungi aktivitas internet Anda dari pantauan pihak ketiga.
7. High Anonymity Proxy
High anonymity proxy adalah jenis proxy yang memiliki tingkat keamanan paling tinggi dibandingkan jenis lainnya. Alasannya, jenis proxy ini dapat menyembunyikan alamat IP Anda, sekaligus menyembunyikan informasi bahwa Anda sedang menggunakan proxy.
High anonymity proxy juga disebut elite proxy, dan merupakan kombinasi sempurna antara transparent proxy dan anonymous proxy.
Karena tingkat keamanannya yang tinggi, kebanyakan jenis proxy ini disediakan oleh layanan berbayar, seperti Smartproxy, Bright Data, RSocks, atau Oxylabs.
Sayangnya, karena jenis proxy ini banyak diminati, elite proxy yang terbuka untuk publik seringkali mengalami server overload. Jadi, pertimbangkan lagi kalau Anda menggunakan layanan elite proxy gratis.
8. Distorting Proxy
Distorting proxy mirip dengan anonymous proxy. Bedanya, alamat IP Anda tidak diganti dengan IP proxy, tapi dimodifikasi menjadi sebuah alamat IP palsu.
Dengan begitu, penggunaan proxy Anda tidak terdeteksi, dan alamat IP Anda juga tetap terjaga.
9. Rotating Proxy
Rotating proxy adalah jenis proxy yang dapat menyembunyikan IP pengguna, tapi tetap terdeteksi sebagai jaringan proxy. Itulah mengapa jenis proxy ini berada pada klasifikasi yang sama dengan anonymous proxy.
Seperti halnya distorting proxy, jenis proxy ini cocok digunakan untuk banyak pengguna. Rotating proxy mampu memberikan alamat IP palsu yang unik bagi masing-masing pengguna.
Lalu jenis proxy mana yang harus Anda gunakan? Kunci dari penggunaannya adalah mengetahui risikonya terlebih dahulu.
Risiko Penggunaan Proxy Server
Meski memiliki banyak fungsi, manfaat, dan terdiri atas banyak jenis, proxy server juga memiliki beberapa risiko, antara lain:
Data cache yang tersimpan di server, bahkan termasuk password Anda, dapat disalahgunakan. Terdapat beberapa perusahaan penyedia layanan khusus proxy, tapi tidak semua layanan memiliki reputasi dan kredibilitas yang terjamin. Maka dari itu, pilihlah jasa layanan proxy server yang terpercaya.
Tidak semua proxy server kompatibel dengan jaringan lokal yang Anda gunakan. Tiap proxy memiliki konfigurasi tersendiri, sehingga Anda masih perlu mengubah pengaturan proxynya atau memilih jenis yang cocok dengan jaringan yang Anda gunakan.
Banyak proxy yang bisa membuat data Anda tetap mendapat serangan virus dan malware. Terutama, saat menggunakan proxy gratis.
Meskipun mendukung penghematan bandwidth, banyaknya pengguna kadang menyebabkan server overload sehingga kecepatan internet Anda bisa menurun.
Menggunakan proxy tidak secara otomatis membuat data Anda enkripsi. Keamanan data hanya bisa terjamin kalau Anda menggunakan SSL proxy yang didukung fitur enkripsi yang baik.
A.Share hosting
Shared hosting adalah layanan hosting dimana sebuah account hosting diletakan bersama-sama beberapa account hosting lain dalam satu server yang sama, dan memakai services bersama-sama. Keuntungan shared hosting adalah harganya yang murah, namun kerugiannya adalah tingkat privasi dan performa yang tidak sebaik Dedicated Hosting.
B.virtual private server (VPS)
VPS adalah suatu server yang bersifat virtual (tidak nyata) yang dapat di install dengan system operasi sendiri, dan dapat kita gunakan full 24 Jam. Sebuah server tentu memiliki spesikasi seperti harddisk,ram, cpu, dll, maka VPS dapat di analogikan dengan sederhana sebagai Komputer yang bersifat tidak nyata (virtual).
C. Dedicated hosting server
dedicated hosting merupakan layanan hosting di mana sebuah cloud server hanya digunakan oleh satu account hosting dan tidak dibagikan dengan siapapun (dedicated).
D. Virtual private network (VPN) server
Virtual Private Network atau biasa disebut VPN adalah Sebuah cara aman untuk mengakses local area network yang berada pada jangkauan tertentu, dengan menggunakan internet atau jaringan umum lainnya untuk melakukan transmisi data paket secara pribadi.
Sumber:https://www.niagahoster.co.id/blog/proxy-server/
AIJ manajemen bandwidth
Agustus 01, 2022
•Pengertian Manajemen Bandwidth
Manajemen bandwidth adalah sebuah proses yang digunakan untuk memberikan saluran yang bisa dimanfaatkan dalam proses upload atau juga download. Tujuannya agar kualitas dari layanan yang dilakukan mampu memberikan hasil yang baik.
Beberapa metode yang bisa dilakukan di dalam manajemen bandwidth antara lain:
•Discard packet: digunakan membuang traffic yang telah melewati batas ukuran tertentu.
•TCP rate control: digunakan mengatur transmisi data dengan berdasarkan seberapa besar pengaturan dari ukuran Windows TCP. Namun, model ini hanya bisa berjalan untuk aplikasi yang menggunakan TCP.
•Queueing: metode ini digunakan untuk mengklasifikasikan paket. Selanjutnya, paket akan ditempatkan sesuai dengan aturannya. Setelah itu, bandwidth akan melakukan penjadwalan terhadap data yang akan dikirim. Beberapa algoritma yang biasanya digunakan seperti PCQ, HTB, RED, CBQ, dan lain sebagainya
Fungsi Manajemen Bandwidth
Lalu apa saja fungsi manajemen bandwidth? Penggunaan bandwidth juga harus diimbangi dengan manajemen yang baik. Jika manajemen bandwidth buruk, maka meskipun bandwidth tersebut cukup besar tetap saja data yang dikirimkan maupun diterima akan lemot.
Maka dari itu, Anda harus paham tentang apa sih yang sebenarnya merupakan fungsi adanya manajemen bandwidth ini:
•Dengan adanya manajemen bandwidth diharapkan nanti semua komputer bisa menggunakan internet secara stabil dan tidak ada gangguan apapun. Meskipun pada waktu itu komputer atau perangkat lain yang terkoneksi ke internet cukup banyak.
•Manjaemen bandwidth berfungsi untuk memberikan bagian terhadap setiap unit sesuai dengan keperluannya. Jadi tidak akan ada komputer yang menggunakan koneksi internet lebih besar padahal tidak memiliki kebutuhan yang besar.
•Berguna untuk bisa memaksimalkan penggunaan bandwidth pada seluruh perangkat yang terhubung ke jaringan tersebut.
•Manajemen bandwidth bermanfaat untuk membantu admin di dalam melakukan pengelolaan bandwidth.
Cara Manajemen Bandwidth yang Benar
1. Tanpa menggunakan aplikasi
Cara ini tidak membutuhkan aplikasi pihak ketiga, dimana Anda hanya perlu melakukan pengaturan pada sistem operasi Windows. Beberapa hal yang harus disiapkan, yakni Os Windows, jaringan internet atau bisa juga Wi-Fi, dan control panel dimana Anda harus login sebagai administrator.
•Setelah itu Anda tekan Windows+R dan ketikkan gpedit.msc. Nanti Anda akan menemukan dialog Local Group Policy Editor dan pilihlah pada bagian panel kiri yakni computer congiguration – administrative template – network – QoS packet scheduler.
•Di panel sebelah kanan, Anda double klik pada limit reservable bandwidth. Kemudian Anda harus memilih radio enable dan tinggal mengatur seberapa cepat kecepatan yang diinginkan. Prosentasi yang Anda atur itulah yang akan dibagikan kepada client. Sementara sisa dari prosentasi tersebut akan digunakan oleh komputer Anda.
•Jika sudah selesai, maka Anda tinggal menutup semua kotak dialog tersebut dan tinggal restart komputer Anda.
2. Dengan menggunakan aplikasi
Adapun aplikasi yang digunakan untuk melakukan manajemen bandwidth adalah P2POver yang sebenarnya memiliki fungsi yang sama dengan router. Beberapa bahan yang harus Anda siapkan terlebih dahulu antara lain: Os Windows, jaringan internet atau Wi-Fi, control panel sebagai administrator, dan tentunya aplikasi
•Langkah pertama, Anda harus menginstal aplikasi tersebut sesuai dengan instruksi yang diminta. Di sii Anda akan mendapatkan wizard setup ketika aplikasi tersebut pertama kali digunakan. Anda tinggal memilih mana jaringan yang pada waktu itu sedang aktif.
•Anda tinggal menunggu sampai proses inisialisasi selesai dan kemudian Anda harus melakukan IP request.
•Pada settings, Anda pilih Schedules Settings dan Anda harus mengisi dengan nama konfigurasi secara bebas. Di bagian blok inilah Anda harus melakukan setting jam, hari, maupun settingan lainya yang Anda inginkan. Anda juga bisa langsung memilih select All.
•Masih pada sektor pengaturan, Anda harus memilih Rule Setting dan klik New untuk membuat aturan baru. Isi nama aturan tersebut dan dibagian combobox dibawah, Anda bisa mengisinya dengan schedule yang sebelumnya Anda buat. Selanjutnya klik Next.
•Ada tiga ketentuan di bagian Please inputer bandwidth, yakni:
•Incoming merupakan bandwidth data masuk
•Outgoing merupakan bandwidth data keluar
•Di bagian P2P, Anda harus mencentang P2P yang hendak Anda blok. Jika tidak ada, langsung next.
•Langkah selanjutnya adalah di bagian HTTP.FTP Download, Anda harus mengatur ekstensi yang ingin Anda blok. Untuk formatnya cukup 3 yaitu exe, zip, rar, mkv, dan iso.
•Di bagian WWW tinggal Anda klik next dan untuk ACL juga tinggal langsung next.
•Di tampilan utama, Anda harus mengklik scan sehingga menemukan client yang terkoneksi dengan jaringan internet Anda. Untuk daftar teratas adalah komputer kita. Jika hendak membatasi akses dari host, maka klik kanan di nama host tersebut dan klik Apply Rule to Host Selected.
•Jika sudah, klik start dimana proses manajemen bandwidth akan mulai bekerja.
Sumber:https://smkn1panjalu.sch.id/manajemen-bandwidth-dan-permasalahan-bandwidth/
AIJ firewall
Agustus 01, 2022
Apa itu Firewall
Menurut definisinya, firewall adalah sistem keamanan jaringan komputer yang mampu melindungi dari serangan virus, malware, spam, dan serangan jenis yang lainnya. Dapat dikatakan juga bahwa, firewall merupakan perangkat lunak untuk mencegah akses yang dianggap ilegal atau tidak sah dari jaringan pribadi (private network).
Sehingga, tugas utama dari adanya firewall sendiri adalah untuk melakukan monitoring dan mengontrol semua akses masuk atau keluar koneksi jaringan berdasarkan aturan keamanan yang telah ditetapkan.
Namun, masih terdapat beberapa orang atau user yang belum aware dengan adanya sistem ini dan cenderung mengabaikan dari sistem keamanan pada jaringan komputer. Selain itu, firewall juga mempunyai peranan penting dalam menjaga keamanan lalu lintas pada jaringan internet yang terhubung dengan perangkat komputer anda.
Pentingkah Firewall?
Pentingkah penggunaan dari firewall? Pertanyaan tersebut akan muncul ketika perangkat anda belum pernah dampak cukup signifikan dari adanya sebuah virus atau malware. Ketika ada sebuah koneksi ilegal atau lalu lintas yang mencurigakan masuk ke dalam perangkat jaringan komputer anda, maka masalah tersebut akan semakin menjadi rumit dan pelik.
Oleh karena itu, sangat penting sekali bagi anda untuk terus mengaktifkan perlindungan awal dengan menggunakan firewall system untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Alasan yang berikutnya, dengan adanya firewall juga sangat membantu untuk terhindar dari praktik pencurian data, penyalahgunaan informasi, ataupun kebocoran rahasia perusahaan.
Nah, semua hal tersebut dapat diselesaikan dengan menerapkan sistem keamanan komputer atau lebih dikenal dengan istilah cyber security. Salah satu komponen dalam keamanan komputer sendiri adalah dengan mengaktifkan layanan dari firewall untuk tetap terhubung setiap waktu.
Fungsi Adanya Firewall
Terdapat banyak sekali keunggulan dan fitur yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna agar tetap aman dalam mengakses halaman situs. Berikut ini merupakan beberapa fungsi utama dari penerapan firewall pada perangkat anda.
1. Melindungi Data dari Serangan Hacker
Pertama, jika anda sering mengakses internet dan tidak mengontrol aktivitas lalu lintas anda. Maka, semakin besar peluang anda untuk terkena peretasan data yang dilakukan oleh hacker untuk mendapatkan informasi penting yang anda miliki.
Untuk dapat mencegah terjadinya hal tersebut, maka anda perlu untuk selalu mengaktifkan sistem perlindungan dari firewall agar anda tetap dapat berselancar di internet dengan nyaman dan aman.
Table of Contents
Dunia teknologi mengalami banyak sekali perkembangan yang pesat, namun disisi lain juga timbul beberapa masalah berkaitan dengan keamanan perangkat komputer. Sehingga, muncullah salah satu solusi efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu penggunaan firewall.
Mungkin, bagi sebagian orang tentu sudah mendengar kata tersebut, khususnya bagi pengguna sistem operasi Windows. Nah, yang menarik dari sistem tersebut, bukan hanya karena icon -nya yang berupa tembok bata berwarna merah saja, namun fungsi atau kelebihan dari sistem tersebut yang cukup kompleks.
Pada artikel kali ini, kami akan membahas sedikit lebih dalam berkaitan dengan firewall dan contoh penerapannya dalam sebuah perangkat jaringan komputer. Selain itu, kita juga akan mengulas beberapa hal terkait jenis, manfaat, dan cara kerjanya.
Apa itu Firewall
Menurut definisinya, firewall adalah sistem keamanan jaringan komputer yang mampu melindungi dari serangan virus, malware, spam, dan serangan jenis yang lainnya. Dapat dikatakan juga bahwa, firewall merupakan perangkat lunak untuk mencegah akses yang dianggap ilegal atau tidak sah dari jaringan pribadi (private network).
Sehingga, tugas utama dari adanya firewall sendiri adalah untuk melakukan monitoring dan mengontrol semua akses masuk atau keluar koneksi jaringan berdasarkan aturan keamanan yang telah ditetapkan.
Namun, masih terdapat beberapa orang atau user yang belum aware dengan adanya sistem ini dan cenderung mengabaikan dari sistem keamanan pada jaringan komputer. Selain itu, firewall juga mempunyai peranan penting dalam menjaga keamanan lalu lintas pada jaringan internet yang terhubung dengan perangkat komputer anda.
Pentingkah Firewall?
Pentingkah penggunaan dari firewall? Pertanyaan tersebut akan muncul ketika perangkat anda belum pernah dampak cukup signifikan dari adanya sebuah virus atau malware. Ketika ada sebuah koneksi ilegal atau lalu lintas yang mencurigakan masuk ke dalam perangkat jaringan komputer anda, maka masalah tersebut akan semakin menjadi rumit dan pelik.
Oleh karena itu, sangat penting sekali bagi anda untuk terus mengaktifkan perlindungan awal dengan menggunakan firewall system untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Alasan yang berikutnya, dengan adanya firewall juga sangat membantu untuk terhindar dari praktik pencurian data, penyalahgunaan informasi, ataupun kebocoran rahasia perusahaan.
Nah, semua hal tersebut dapat diselesaikan dengan menerapkan sistem keamanan komputer atau lebih dikenal dengan istilah cyber security. Salah satu komponen dalam keamanan komputer sendiri adalah dengan mengaktifkan layanan dari firewall untuk tetap terhubung setiap waktu.
Fungsi Adanya Firewall
Terdapat banyak sekali keunggulan dan fitur yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna agar tetap aman dalam mengakses halaman situs. Berikut ini merupakan beberapa fungsi utama dari penerapan firewall pada perangkat anda.
1. Melindungi Data dari Serangan Hacker
Pertama, jika anda sering mengakses internet dan tidak mengontrol aktivitas lalu lintas anda. Maka, semakin besar peluang anda untuk terkena peretasan data yang dilakukan oleh hacker untuk mendapatkan informasi penting yang anda miliki.
Untuk dapat mencegah terjadinya hal tersebut, maka anda perlu untuk selalu mengaktifkan sistem perlindungan dari firewall agar anda tetap dapat berselancar di internet dengan nyaman dan aman.
Baca juga: Penjelasan Lengkap Mengenai Kriptografi dan Teknik Pengembangannya
2. Mampu Memblok Konten yang tidak Diinginkan
Kedua, fitur dari firewall juga dapat digunakan untuk memblokir atau melarang sebuah konten website dari alamat yang spesifik pada perangkat komputer anda. Selain itu, anda juga dapat mengatur alamat URL apa saja yang tidak boleh untuk diakses pada device anda.
3. Untuk Monitoring Bandwidth
Ketiga, firewall juga berfungsi untuk membatasi dan memonitor layanan bandwidth yang bisa digunakan. Selanjutnya, anda juga dapat menetapkan batasan untuk setiap konten berupa gambar, video, musik, atau hiburan lain. Anda juga dapat menentukan sendiri konten yang cocok dengan minat dan keinginan anda, misalnya konten di bidang bisnis dan IT.
4. Dapat Mengakses Layanan VPN
Di dalam firewall juga memfasilitasi dengan adanya fitur VPN (Virtual Private Network) yang berfungsi untuk dapat mengakses berbagai akses konten atau website yang diblokir oleh pihak provider. Hal tersebut tentunya dapat meningkatkan produktivitas dan sistem data sharing yang akan diimplementasikan.
Jenis – Jenis dari Firewall
Terdapat setidaknya empat jenis dari firewall, diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Next Generation Firewall
Jenis yang pertama sering diklaim sebagai bentuk dari firewall masa kini. Dimana, untuk next generation firewall terbagi menjadi tiga fitur utama, yaitu pengecekan detail paket, evaluasi sumber paket, serta penentuan penilaian identitas paket.
Jika dilihat dari perspektif bentuk, maka firewall jenis ini terbagi menjadi, yaitu hardware, software, dan cloud.
2. Packet Filtering Firewall
Jenis yang kedua adalah packet filtering firewall, merupakan tipe yang paling senior daripada jenis yang lainnya. Proses kerja dari jenis ini adalah dengan cara mengecek paket sistem tersebut.
Proses pengecekan yang dilakukan meliputi validasi alamat IP, nomor port, tipe, dan kebutuhan yang lainnya. Kelebihan dari jenis ini adalah ringan dan tidak banyak berpengaruh pada performa dari sistem tersebut.
3. Proxy Firewall
Proxy firewall sering juga disebut dengan application – level gateway yang bekerja dengan memproses nilai sumber paket beserta isinya. Hal tersebut nantinya akan muncul perbedaan ketika anda memakai proxy firewall.
4. Stateful Inspection Firewall
Jenis yang terakhir adalah stateful inspection firewall, dimana fungsi utamanya adalah untuk mengecek packet source dan membuka isi dari paket tersebut. Jika anda menggunakan sistem ini, maka otomatis dapat meningkatkan tingkat keamanan, namun dapat mengurangi performa komputer anda.
Sumber:https://www.sekawanmedia.co.id/blog/pengertian-firewall/
Langganan:
Postingan (Atom)